SIB Petaling Jaya
PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG PENABUR
June 27, 2021
Main Scripture Reference(s)
Luke 8:4-10

PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG PENABUR

June 27, 2021 / Luke 8:4-10

PERUMPAMAAN TENTANG SEORANG PENABUR

Pengantar
Lagi-lagi, orang banyak datang dari berbagai kota berbondong-bondong kepada-Nya dan mengerumuni Dia. Melihat banyak orang yang datang dan mengerumuni-Nya, maka Ia kemudian mengajar mereka dengan suatu perumpamaan. Hal demikian dikisahkan melalui Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Lukas 8:4-8.

Secara garis besar, perumpamaan tersebut menggambarkan tentang empat perkara sebagai berikut. Pertama, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan dimakan burung-burung sampai habis.

Kedua, sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering. Ketiga, sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh lalu mati. Keempat, sebagian benih yang jatuh di tanah yang baik tumbuh dan berbuah seratus kali lipat.

Tuhan Yesus mengajar dengan perumpamaan kepada orang banyak yang berbondong-bondong datang
Alkitab mencatat dan menunjukkan bahwa ke mana pun atau di mana pun dan kapan pun, Tuhan Yesus berada, maka di sana pula terdapat orang banyak yang berbondong-bondong datang kepada-Nya. Mereka, banyak orang yang berduyun-duyun datang dari kota ke kota itu, kemudian menggabungkan diri dan mengerumuni Tuhan Yesus.

Oleh sebab kerumunan banyak orang yang datang berduyun-duyun dan sangat banyak itu, maka tergeraklah hati Tuhan Yesus untuk mengajar mereka. Kemudian, Tuhan Yesus menyampaikan Firman-Nya dalam suatu perumpamaan.

Hal demikian dinyatakan oleh Firman Tuhan seperti yang tercantum dalam Kitab Injil Lukas 8:4. Alkitab menyatakan kepada kita: “Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:”.

Pertama, sebagian benih yang jatuh di pinggir jalan diinjak orang dan dimakan burung sampai habis
Dalam mengawali pengajaran-Nya dengan perumpamaan, Tuhan Yesus mengisahkan bahwa di sana, di suatu tempat, ada seorang penabur. Ia lalu keluar untuk menaburkan benihnya. Ketika ia menaburkan benihnya, ada sebagian benih itu yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang jatuh di pinggir jalan itu lalu diinjak orang. Kemudian, burung-burung di udara pun turun dan memakannya sampai habis.

Demikian dinyatakan oleh Firman Tuhan yang dicatat dalam Kitab Injil Lukas 8:5. Kitab Suci menyatakan kepada kita: “Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.”

Tuhan kita Yesus Kristus sudah memberi makna perumpamaan sebagian benih yang jatuh di pinggir jalan. Dalam Kitab Injil Lukas 8:11-12, Tuhan Yesus berfirman: “Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah. Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.”

Melalui ayat ini, kita mendapati bahwa yang dimaksudkan dengan benih itu ialah firman Allah. Tuhan Yesus juga memberi makna bahwa sebagian benih yang jatuh di pinggir jalan itu adalah orang yang telah mendengar Firman-Nya. Namun kemudian datanglah Iblis yang menggoda, memujuk, merayu dan mengambil Firman Tuhan itu dari dalam hati mereka. Supaya mereka jangan percaya terhadap Firman-Nya sehingga mereka tidak diselamatkan dan binasa.

Kedua, sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering
Tuhan Yesus kemudian melanjutkan perumpamaan- Nya. Ia menyatakan bahwa ada sebagian benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu. Setelah benih itu tumbuh, ia tidak mendapatkan cukup asupan air sehingga kemudian ia menjadi kering. Ia tidak dapat bertahan hidup, lalu kering dan mati, karena akarnya tidak mendapat air.

Hal itu dinyatakan oleh Firman-Nya yang dicatat dalam Kitab Injil Lukas 8:6. Tuhan berfirman kepada kita: “Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.” Lalu, apakah yang dimaksud oleh Tuhan Yesus dengan benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tumbuh lalu kering?

Dalam Kitab Injil Lukas 8:13, Alkitab mengatakan kepada kita: “Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.”

Menurut ayat Firman Tuhan ini, Tuhan Yesus Kristus dengan sangat jelas menjelaskan bahwa benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu adalah gambaran orang yang setelah mendengar firman itu, ia menerimanya dengan gembira. Ia senang dan bersukacita menerima Firman Tuhan. Namun sayang, oleh sebab mereka itu tidak berakar kukuh dan kuat, maka keyakinan dan kepercayaan mereka juga tidak kukuh dan tidak kuat. Mereka percaya hanya sebentar saja. Lalu ketika masa pencobaan tiba, mereka kemudian murtad dan meninggalkan Tuhan.

Ketiga, sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh lalu mati
Kemudian, marilah kita baca dan kita selidiki Firman Tuhan yang di dalam Kitab Injil Lukas 8:7. Firman Tuhan menyatakan kepada kita: “Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.”

Dalam ayat Firman Tuhan ini, Tuhan Yesus menyatakan bahwa ada lagi sebagian benih yang jatuh di tengah semak-semak berduri. Lalu, semak itu pun tumbuh bersama-sama dengan benih itu. Dan semak itu pun lalu menghimpitnya sampai mati.

Dalam Kitab Injil Lukas 8:14, Tuhan berfirman: “Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.”

Di sini, Tuhan Yesus menjelaskan tentang sebagian benih yang jatuh dalam semak duri. Yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus mengenai sebagian benih yang jatuh dalam semak duri adalah orang yang telah mendengar firman itu, namun dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup duniawi. Himpitan kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup duniawi itu melemahkan iman mereka kepada Dia, sehingga mereka tidak dapat menghasilkan buah yang matang.

Keempat, sebagian benih yang jatuh di tanah yang baik tumbuh dan berbuah seratus kali lipat
Pada rumusan perumpamaan-Nya, Tuhan Yesus mengisahkan bahwa ada sebagian lagi benih yang jatuh di tanah yang baik dan subur. Di tanah yang baik itu, benih lalu tumbuh subur dan berbuah. Tidak tanggung-tanggung. Benih itu berbuah seratus kali lipat.

Demikian dinyatakan oleh Frman-Nya yang tercantum dalam Kitab Injil Lukas 8:8. Alkitab menyatakan kepada kita: “Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!””

Dikisahkan bahwa setelah Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan-Nya, Tuhan Yesus kemudian berseru kepada para murid-Nya dan orang banyak: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Benar! Barang siapa memiliki telinga, hendaklah mendengar perumpamaan yang diperkatakan-Nya. Hendaklah mereka memperhatikan, mempelajari, meyakini dan melakukan dalam hidupnya.

Dalam Kitab Injil Lukas 8:15, Tuhan Yesus kemudian menjelaskan tentang maksud perumpamaan sebagian benih yang jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat. Tuhan Yesus menyatakan bahwa benih yang jatuh di tanah yang baik itu adalah orang yang setelah mendengar firman itu, kemudian menyimpannya dalam hati dengan baik, lebih baik dan sangat baik, sehingga mengeluarkan buah dalam ketekunan yang sangat luar biasa.

Pelajaran yang dapat kita petik
Tuhan Yesus Kristus, melalui Firman Tuhan yang tercantum dalam Kitab Injil Lukas 8:4-8, mengajar dan menasihati kita melalui perumpamaan tentang seorang penabur. Ajaran dan nasihat itu ditujukan kepada para murid-Nya dan kepada orang banyak yang datang berduyun-duyun kemudian mengerumuni-Nya.

Dalam perumpamaan itu, Tuhan Yesus mengisahkan bahwa ada sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan dimakan burung-burung sampai habis. Ada pula sebagian benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering.

Tuhan Yesus juga menuturkan bahwa ada lagi sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh dan menghimpitnya lalu mati. Kemudian ada pula sebagian benih yang jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh subur dan berbuah seratus kali lipat.

Kendati perumpamaan tersebut disampaikan oleh Tuhan Yesus sekitar dua ribu tahun yang lalu, namun masih relevan pada zaman sekarang.

Perumpamaan tersebut sangat baik bagi kita sebagai pembangkit semangat untuk diri terkait dengan iman percaya kita kepada-Nya. Apakah iman kita termasuk sebagian benih yang jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan dimakan burung-burung sampai habis?

Ataukah iman kita terkategori sebagian benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering? Atau apakah termasuk sebagian benih yang jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh menghimpitnya lalu mati? Ataukah terkategori sebagian benih yang jatuh di tanah yang baik, lalu tumbuh subur dan berbuah seratus kali lipat? Kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita termasuk dalam kategori yang terakhir. Haleluya!

Kemudian, bagaimanakah dengan diri kita yang hidup pada zaman ini? Kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita sudah memiliki iman yang sangat teguh kepada-Nya. Kendati terbadai dan terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup duniawi yang berupaya untuk melemahkan iman kita kepada Dia, namun tetap dapat menghasilkan buah yang matang.

Kita juga percaya bahwa semua pribadi di antara kita yang sudah mendengar perumpamaan yang diperkatakan-Nya, lalu kemudian memperhatikan, mempelajari, dan meyakini, melakukan, menaburkan dan nemberitakan Firman-Nya dengan baik, lebih baik dan sangat baik dalam nama-Nya sehingga menguatkan iman percaya kita kepada Dia, Yesus Kristus Tuhan kita.

Sudah tentu, kita percaya bahwa semua pribadi di antara kita yang setelah mendengar firman itu, kemudian menyimpannya dalam hati kita dengan baik, lebih baik dan sangat baik, sehingga mengeluarkan buah dalam ketekunan yang sangat luar biasa.

Berbahagialah kita
Berbahagialah kita yang sekalipun terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup duniawi, namun iman kita kepada Dia tidak lemah melainkan semakin teguh, sehingga dapat menghasilkan buah yang matang, karena Dia sudah lebih dahulu melimpahkan kasih setia dan kasih karunia-Nya yang tidak berkesudahan.

Berbahagialah kita dan semua pribadi di antara kita yang sudah mendengar perumpamaan yang diperkatakan-Nya, lalu memperhatikan, mempelajari, meyakini, melakukan, menaburkan dan memberitakan Firman-Nya kepada orang banyak dengan baik, lebih baik dan sangat baik dalam nama-Nya, karena Dia sudah menyiapkan upah besar di Kerajaan Surga sampai pada akhirnya.

Berbahagialah kita yang setelah mendengar firman itu, kemudian menyimpan Firman-Nya dalam hati kita dengan baik, lebih baik dan sangat baik, sehingga mengeluarkan buah dalam ketekunan yang sangat luar biasa, karena Dia sudah lebih dahulu menyediakan bagi kita kehidupan kekal yang penuh sukacita di Kerajaan Surga yang tidak berkesudahan.

 

Save PDF Locally

Click to save a copy of the filled-in notes to a PDF file on your device

Save PDF to Google Drive

(Android & PC Only) Click to save a copy of the filled-in notes to a PDF file on your Google Drive account

Send to Email

Enter your email address below to receive a copy of your filled in notes