SIB Petaling Jaya
PERUMPAMAAN ORANG KAYA YANG BODOH
August 8, 2021
Main Scripture Reference(s)
Luke 12:13-21

PERUMPAMAAN ORANG KAYA YANG BODOH

August 8, 2021 / Luke 12:13-21

LIFE CHANGING STORIES

AUGUST 8

  1. PERUMPAMAAN ORANG KAYA YANG BODOH

Lukas 12:13-21
13Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.” 14Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” 15Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” 16Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

 

PESAN INJIL DIBALIK PERUMPAMAAN ORANG KAYA YANG BODOH

 

“He who dies with the most toys wins.” dikatakan oleh Forbes yang menggambarkan pandangan materialisme  bahwa “Dia yang mati dengan mainan paling banyak yang menang.” Sehingga banyak orang di dunia beranggapan semakin banyak kita memiliki harta semakin hidup kita akan dipuaskan. Kita sebagai orang yang sudah ditebus oleh Kristus tentunya mengerti bahwa itu bukanlah kebenaran, tetapi apakah salah atau apakah merupakan sesuatu yang buruk untuk ingin kaya atau ingin sukses? Kita akan bahas hal ini melalui perumpamaan Yesus di Lukas 12:13-21 mengenai orang Kaya yang Bodoh.

 

Lukas 12:13
13Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

 

Kalau kita membaca Lukas 12 dari ayat 1 maka disitu Yesus sedang berkotbah di depan ribuan orang dan Yesus sedang membicarakan hal-hal yang esensi  namun tiba-tiba ada seseorang yang berteriak kepada Yesus dan berkata “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

 

Bayangkan apabila kita sedang mendengar seorang Pengkotbah terkenal dan kita susah  mendapatkan tempat duduk di depan untuk mendengar lebih dekat dan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berbicara dan bertanya atau memberikan pendapat maka pasti kita sudah pikirkan untuk kita sampaikan. Dan apa yang kita tanyakan dan renungkan biasanya adalah sesuatu hal yang penting karena kita hanya punya kesempatan sekali saja dan belum tentu mendapatkan kesempatan seperti itu. Tetapi ternyata yang ditanyakan orang dalam kisah ini bukan tentang hidup kekal, pengampunan dosa atau hal-hal penting yang lain namun yang ditanyakan adalah tentang warisan. Jadi dapat kita simpulkan bahwa yang sedang  dipikirkan dalam hidup orang ini adalah wang. Dan kalau Firman Tuhan membahas wang, warisan atau harta maka sebenarnya Tuhan sedang berbicara mengenai hati.

 

Itulah sebabnya Alkitab banyak sekali berbicara mengenai wang atau harta milik. Ada 16 dari 38 perumpamaan Yesus berkaitan dengan wang. Dan 1 dari setiap 10  ayat dalam Perjanjian Baru berkaitan dengan wang. Alkitab berbicara mengenai doa dan iman dalam 500 ayat tetapi Alkitab berbicara mengenai wang  dalam 2000 ayat lebih. Tuhan sedang membahas hati kita dan mengkoreksi hati kita sebab Tuhan tidak perlu wang kita namun Dia ingin menyelamatkan hati kita

 

Lukas 12:13

 

13Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: “Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.”

 

Mengapa orang ini menanyakan tentang warisan yaitu kemungkinan bapanya baru meninggal dan dia bukanlah anak laki-laki tertua dan menurut adat Yahudi maka anak laki-laki tertua mendapatkan warisan terbanyak, misalnya anak sulung akan mendapatkan duapertiga dan yang lain  mendapatkan sepertiga. Maka artinya orang ini artinya sedang iri hati dan sedang membandingkan dirinya dengan beradiknya dan menginginkan lebih dari apa yang dia dapatkan. Dan pada waktu itu Yesus mengetahui hati orang tersebut sehingga Yesus berkata dalam ayat yang ke 14 dan 15:

 

Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?”  15Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

 

KETAMAKAN – KESERAKAHAN YANG TAK BOLEH DIPUASKAN

 

Apa yang terjadi kemudian jika kita begitu terobsesi untuk menginginkan sesuatu yaitu biasanya kita akan berusaha seboleh mungkin untuk mendapatkannya. Kata  hawa nafsu atau lust bukan hanya untuk sex tapi untuk barang, posisi, jawatan atau kita menginginkan sesuatu hingga terobsesi harus memilikinya sampai harus hutang, pinjam sana sini karena terbuai tipu daya untuk mengingini sesuatu. Inilah yang disebut ketamakan yang akhirnya akan memperbudak kita. Sehingga akhirnya kita menjadi budak harta, kedudukan atau harta sehingga kita memberhalakan obsesi kita.

 

Kita tidak bisa mengenali ini karena kita semua memilikinya. Iklan juga boleh menjadi alat iblis untuk membuat ketamakan dan keserakahan untuk menjadi makin parah.

 

Iklan dibuat untuk menciptakan rasa ketidakpuasan di dalam diri kita yaitu  hal-hal yang kita bahkan tidak kita butuhkan tetapi  karena iklan membuat kita berpikir bahwa kita membutuhkannya sekalipun sebenarnya kita tidak benar-benar membutuhkannya. Dan ini bukan hanya saja untuk orang kaya tetapi untuk semua golongan baik yang berduit atau tidak ini adalah kecenderungan dosa-dosa kita.

 

Kadang kita pikir ini bukan dosa tetapi sesungguhnya dosa ini sudah ada sejak dari zaman dulu dimana ditulis di Keluaran 20  yaitu “ jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.”

 

Hal yang sama juga tertulis dalam Perjanjian Baru yaitu di dalam Kolose 3:5

 

Kolose  3:5
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan (PLEONEXIA), yang sama dengan penyembahan berhala,

 

Seorang Reformed Teologi yang bernama Tim Keller berkata :

 

“Dosa tidak hanya melakukan hal-hal buruk namun yang lebih mendasar adalah membuat hal-hal yang baik menjadi hal-hal yang paling utama. Dosa adalah membangun hidup Anda dan memberi makna pada apa pun, bahkan hal yang sangat baik melebihi  Allah. Itu bisa dalam bentuk apapun yang kita bangun dalam kehidupan kita yang  mengontrol dan memperbudak kita. Dosa yang terutama adalah penyembahan berhala. “
 

Sebab itu Yesus berkata :

 

15Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala KETAMAKAN (Coveteousness), sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, HIDUPNYA tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

 

Kata “hidupnya” disini bukan “ bios “ atau “psuche” tapi zoe, life  as god intended to be,  life’s identity in god (identiti kita dalam Tuhan)

 

Dalam bukunya yang berjudul Counterfeit God – Tim Keller bicara mengenai  dua berhala yaitu  berhala yang tersembunyi dan berhala yang kelihatan.  Berhala yang kelihatan adalah misalnya kemewahan yaitu ada orang yang suka beli barang mewah sekalipun harus rela berhutang demi mendapatkan kemewahan itu. Sebaliknya berhala yang tersembunyi adalah orang yang membeli sesuatu  untuk mendapatkan status atau  penghargaan orang lain.

 

Ada juga orang yang hidupnya sederhana sekali, rumahnya kecil atau mungkin kendaraannya sederhana tetapi waktu orang tersebut meninggal setelah diperiksa ternyata  simpanan hartanya banyak. Jadi orang tersebut mungkin yang kelihatan tidak punya berhala karena hidupnya sederhana tetapi ternyata rasa amannya ada dalam simpanan hartanya.

 

Firman Tuhan berkata :

 

15b sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, HIDUPNYA tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”

 

 

PERUMPAMAAN ORANG KAYA YANG BODOH

 

Orang kaya itu biasanya adalah orang yang pintar karena dia boleh mengusahakan, mengolah, cerdas dalam ber investment. Namun Firman Tuhan mengatakan bahwa orang kaya ini bodoh, lalu apa yang menjadi kebodohannya?

 

16Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. 17Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus AKU perbuat, sebab AKU tidak mempunyai tempat di mana AKU dapat menyimpan hasil tanahku. 18Lalu katanya: Inilah yang akan AKU perbuat; AKU akan merombak lumbung-lumbungku dan AKU akan mendirikan yang lebih besar dan AKU akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. 19Sesudah itu AKU akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! 20Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

 

APA YANG MENJADI KEBODOHANNYA?

 

21Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.”

 

Kalau orang ini punya tanah yang hasilnya berlimpah-limpah maka apakah ini anugerah atau berkat Tuhan tentu saja ia sebab tidak semua orang boleh memiliki tanah yang hasilnya mungkin melimpah. Tetapi yang menjadi kebodohannya adalah dia tidak menyembah Tuhan dengan berkat kekayaannya yang merupakan titipan Tuhan dan Anugerah Tuhan, tetapi dia malah menyembah kekayaannya karena itu dia disebut Tuhan sebagai orang bodoh.

 

APA DEFINISI KAYA DIHADAPAN ALLAH?

 

Lukas 12: 22 – 32

22Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. 23Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian. 24Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu! 25Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? 26Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain? 27 Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 28Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya! 29Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu. 30Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu. 31Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. 32Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena BAPAMU telah berkenan memberikan kamu KERAJAAN ITU.

 

Kalau kita punya kerajaan itu artinya apa yang Bapa punya itu juga kita punya. Ini tidak berbicara tentang harta  tetapi  tentang kecukupan dan hubungan kita dengan Tuhan.  Kita kaya bukan karena harta yang banyak tetapi karena Kristus ada di dalam kita. Kristus adalah kekayaan kita dan harta kita yang paling berharga.

 

ANTIDOTE/PENANGKAL DARI KETAMAKAN

 

Lukas 12: 33-34

33Juallah segala milikmu dan berikanlah sedekah! Buatlah bagimu pundi-pundi yang tidak dapat menjadi tua, suatu harta di sorga yang tidak akan habis, yang tidak dapat didekati pencuri dan yang tidak dirusakkan ngengat. 34Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.”

 

Mengapa Tuhan berkata jual dan beri yaitu karena bahasa surga adalah kasih. Jadi kalau Tuhan memberkati kita maka Tuhan ingin supaya kita memuliakan Tuhan dengan segala sesuatu yang Tuhan titipkan kepada kita.  Kita dipanggil bukan untuk menumpuk berkat tetapi kita dipanggil untuk menjadi berkat. Kita tidak hanya menjadi penerima anugerah tetapi kita dipanggil untuk menjadi penyalur anugerah.

 

Kalau kita memberi bukan supaya diberkati sebab berkat Tuhan sudah melimpah dalam hidup kita dan Dia yang tinggal dalam kita itu lebih dari cukup. Tetapi kalau kita memberi itu karena kita mengasihi Tuhan dan sebagai ungkapan rasa syukur kita seperti apa yang Tuhan sudah lakukan.  Kita memberi karena mengasihi Tuhan sehingga hati kita tidak terpaut pada kekayaan tetapi pada Tuhan. Sebab dimana hartamu disitu juga hati kita berada.

 

2 Korintus  8:8-9
9Sebab kalian mengetahui betul bahwa kita sangat dikasihi oleh Yesus Kristus Tuhan kita. Ia kaya, tetapi Ia membuat diri-Nya menjadi miskin untuk kepentinganmu, supaya dengan kemiskinan-Nya itu, kalian menjadi kaya.

 

Save PDF Locally

Click to save a copy of the filled-in notes to a PDF file on your device

Save PDF to Google Drive

(Android & PC Only) Click to save a copy of the filled-in notes to a PDF file on your Google Drive account

Send to Email

Enter your email address below to receive a copy of your filled in notes