IEC
Holy Week Devotional
March 28, 2021

Holy Week Devotional

March 28, 2021

Holy Week Devotional

Day One: The Last Supper

Main Passage: John 13:1-17

References: Mark 14:17-26; Matthew 26:26-30; Luke 22:14-20

This meal was anything but ordinary. Jesus’ journey to the cross is getting closer to its end, but He still has one more lesson for His disciples; the most shocking just yet. This lesson would forever change what it means to truly love and serve others.

  1. Relive the scene through reimagining the colors, the smells, the atmosphere, and what transpired that night.
  2. Imagine yourself as one of the disciples. How would you feel about Jesus’ washing of your feet?
  3. What was Jesus trying to say?
  4. We don’t do foot washing anymore. What can we do instead to follow’s Jesus example?

Perikop Utama: Yohanes 13:1-17

Referensi: Markus 14:17-26; Matius 26:26-30; Lukas 22:14-20

Perjamuan malam ini sama sekali tidak biasa. Perjalanan Yesus ke kayu salib semakin mendekat, tetapi Dia masih memiliki satu pelajaran lagi untuk murid-murid-Nya; satu pelajaran yang sangat mengejutkan. Pelajaran ini akan selamanya mengubah apa artinya mengasihi dan melayani orang lain dengan sungguh-sungguh.

  1. Bayangkan perjamuan itu dengan menata ulang warna, aroma, atmosfer, dan apa yang terjadi malam itu.
  2. Bayangkan diri anda sebagai salah satu murid. Bagaimana perasaan anda apabila Yesus membasuh kaki anda?
  3. Apa yang ingin Yesus sampaikan?
  4. Kita tidak lagi ada acara mencuci kaki. Apa yang dapat kita lakukan untuk mengikuti teladan Yesus?


Day Two: The Prayer

Main Passage: Luke 22:39-46

References: Matthew 26:36-44; John 18:1-11

Jesus knew full well the horror that awaited Him. The cup the Father gave him, the very one He held on His hand, was filled to the brim with the bitter bile that is God’s wrath for the sin of every human. Yet despite the terrible anguish, the kind never before and never will be experienced by any man, the Son of God drank the cup dry until its very last lethal drop

  1. Can you sense Jesus’ anguish?
  2. What do you think made Jesus chose obedience?
  3. Obedience often comes at a cost. Is there areas in your life where the cost of obedience is too much for you?
  4. How does Jesus’ obedience help us to be obedient?
  5. What consolation does Jesus’ obedience give to us when we fail?  

Perikop Utama: Lukas 22:39-46

Referensi: Matius 26:36-44; Yohanes 18:1-11

Yesus tahu betul kengerian yang menanti-Nya. Cawan yang diberikan Bapa kepadanya penuh dengan murka Allah untuk dosa setiap manusia. Meski demikian, Putra Allah meminum cawan itu hingga tetes terakhir.

  1. Apakah anda dapat merasakan penderitaan Yesus?
  2. Menurut anda, apa yang membuat Yesus memilih ketaatan?
  3. Ketaatan sering kali membutuhkan pengorbanan. Adakah bagian dalam hidup anda di mana harga ketaatan masih terlalu mahal untuk anda?
  4. Bagaimana ketaatan Yesus kepada Bapa dapat membantu kita untuk juga taat kepada Bapa?
  5. Penghiburan apa yang kita bisa dapatkan dari ketaatan Yesus ketika kita gagal bertaat?


Day Three: The Condemnation

Main Passage: Matthew 27:11-26

References: Mark 15:1-15; Luke 23:1-25; John 18:28-40; John 19:1-16

He found no fault in Jesus, yet convicted him anyway, making a mockery of justice. Pilate said “I am innocent of this man’s blood” as he washed his hands, not knowing that it was only through the washing by the blood of the very man he condemned, that he could ever be innocent before God

  1. Can you sympathize with Pilate as he followed the angry crowd?
  2. How do you feel about the proceeding? The crowd? Pilate?
  3. Why do you think Jesus was silent? What can we learn from it?
  4. Do you see injustices in your daily life? What makes it often hard for us to stand up for what is right?

Perikop Utama: Matius 27:11-26

Referensi: Markus 15:1-15; Lukas 23:1-25; Yohanes 18:28-40; Yohanes 19:1-16

Pilatus tidak menemukan kesalahan dalam diri Yesus, namun dia tetap menghukum-Nya, mengejek keadilan. Pilatus lalu mencuci tangannya sambil berkata “Aku tidak bersalah atas darah orang ini”. Dia tidak tahu bahwa satu-satunya yang bisa membuat dia tidak bersalah di hadapan Tuhan adalah hanya melalui pencucian oleh darah Yesus yang dia kutuk itu.

  1. Apakah anda dapat bersimpati dengan Pilatus saat dia mengikuti kemauan massa yang sedang marah?
  2. Bagaimana perasaan anda tentang persidangan itu? Kerumunan itu? Pilatus sendiri? 
  3. Menurut anda, mengapa Yesus diam? Apa yang bisa kita pelajari dari-Nya?
  4. Apakah anda melihat ketidakadilan dalam kehidupan sehari-hari anda? Apa yang sering membuat kita sulit untuk membela kebenaran?


Day Four: The Crucifixion

Main Passage: Matthew 27:32-54

References: Mark 15:21-39; Luke 23:26-47

It is finished. The debt, settled. The ransom, paid. The punishment, suffered. The veil, torn in two.

  1. What was finished?
  2. What is the significance of the curtain ripped from top to bottom?
  3. How do Jesus’ and our sufferings differ?
  4. How does knowing that Jesus knows our suffering help us in going through pain?
  5. How does knowing that it is “finished” affect how you see present challenges in your life?

Perikop Utama: Matius 27:32-54

Referensi: Markus 15:21-39 ; Lukas 23:26-47

Sudah selesai. Hutang manusia sudah dilunasi. Tebusan manusia sudah dibayar. Hukuman manusia sudah dijalani. Tirai Bait Suci terbelah dua.

  1. Apa yang sudah selesai?
  2. Apa makna dari tirai bait suci yang terbelah dari atas ke bawah?
  3. Apa yang membedakan penderitaan Jesus dan penderitaan kita?
  4. Bagaimana pengetahuan bahwa Yesus mengerti penderitaan kita dapat membantu kita dalam melewati penderitaan hidup?
  5. Bagaimana pernyataan Krisus “sudah selesai” memengaruhi bagaimana kita menghadapi tantangan-tantangan di dalam hidup?


Day Five: The Burial

Main Passage: Matthew 27:55-66

References: Mark 15:40-47; Luke 23:48-56; John 19:38-42

The Messiah was supposed to lead us. Instead, He is now laid, dead, alone in the sealed tomb guarded by the Roman soldiers; the very people we thought he would free us from.

  1. Many – in fact most – of us have lost something this past year; perhaps it was a job, freedom, security, or even someone we love. How does Christ’s death affects our perspective of loss? What hope can we find in Christ’ death?
  2. Pray for someone whom you know have lost someone and is currently grieving.

Perikop Utama: Matius 27:55-66

Referensi: Markus 15:40-47; Lukas 23:48-56; Yohanes 19:38-42

Mesias seharusnya memimpin untuk membebaskan kita dari bangsa Romawi. Sebaliknya, Dia sekarang telah mati di dalam makam yang dijaga ketat oleh prajurit-prajurit Romawi.

  1. Banyak dari kita yang kehilangan sesuatu selama setahun terakhir ini; mungkin itu pekerjaan, kebebasan, keamanan, atau bahkan seseorang yang kita cintai. Bagaimana kematian Kristus memengaruhi pandangan kita tentang kehilangan? Harapan apa yang dapat kita temukan di dalamnya?
  2. Berdoa untuk seseorang yang anda tahu telah kehilangan seseorang dan sedang berduka.


It did not end there

If the story had ended with the tomb, our faith died with the crucified man. Paul said we were to be the most pitied. But it did not end there. For God raised Jesus from the death, and because of that, we have a future; we have a sure hope not just for this life, but especially for the next. 

If you are here, thank you for joining us so far. We hope these 5 daily devotionals have not only been a blessing, but also have prepared you for the joy of Easter Sunday, for Christ our King is risen indeed!

Apabila kisah ini berakhir di tempat kuburan, iman kita juga mati dengan disalibnya Yesus. Rasul Paulus berkata itu akan membuat kita perlu dikasihani. Tetapi kisah ini tidak berakhir di sana. Allah Bapa membangkitkan Yesus dari kematian dan karena itu kita bisa memiliki masa depan. Kita punya keyakinan dan harapan yang teguh bukan hanya untuk kehidupan yang sekarang, tetapi terutama untuk kehidupan yang akan datang.

Terima kasih anda sudah bergabung bersama kami. Kami berharap 5 renungan harian ini bukan saja menjadi berkat bagi anda, tetapi juga menyiapkan hati kita semua untuk menyambut hari Paskah, karena Kristus raja kita sudah bangkit!

 

Save PDF Locally

Click to save a copy of the filled-in notes to a PDF file on your device

Save PDF to Google Drive

(Android & PC Only) Click to save a copy of the filled-in notes to a PDF file on your Google Drive account

Send to Email

Enter your email address below to receive a copy of your filled in notes